Showing posts with label Puisi. Show all posts
Showing posts with label Puisi. Show all posts

Monday, 13 May 2013

Wanita Impian




Wanita impian kaum Adam itu,bukanlah ia yang memakai pakaian mahal, Akan tetapi ia yang selalu menutupi serta membaluti auratnya di setiap waktu.
Wanita impian kaum Adam itu, bukanlah ia yang memiliki bibir sensual nan indah, Akan tetapi ia yang tak lupa membasahi bibirnya untuk berdzikir kepada Allah Azza Wa Jalla di setiap kesempatan.


Wanita impian kaum Adam itu, bukanlah ia yang suka berdandan setiap harinya, Akan tetapi ia yang senantiasa membasahi wajahnya dengan tetesan air wudhu’.
Wanita impian kaum Adam itu, bukanlah ia yang pandai merangkai kata-kata indah.
Akan tetapi iayang bisa menjaga kesantunan dalam setiap bertutur kata.

Wanita impian kaum Adam itu, bukanlah ia yang memiliki tubuh yang indah dan menarik, Akan tetapi ia yang senantiasa menghijab aurat tubuhnya dengan pakaian akhlak yang santun serta mulia.
Wanita impian kaum Adam itu, bukanlah ia yang tampak cantik di depan mata saat dipandang,Akan tetapi ia terletak pada hati yang paling dalam.
Karena kesucian hatinya senantiasa memancarkan aura yang bercahaya.

Wanita impian kaum Adam itu, terlahir dari hati yang bersih nan suci.Yang tak lupa memuji Asma Allah Azza Wa Jalla yang tergambar dalam setiap untaian kata dari lisannya.

Dan Wanita impian kaum Adam itu, senantiasa menjaga kefitrahan serta kehormatan diri dengan sebaik-baiknya.
Tak terbatas bersama siapapun ia bergaul dan dimanapun ia bergaul,Ia selalu pandai membawa diri.Dan pandai menempatkan diri.

Friday, 23 March 2012

CAHAYAKU


CAHAYAKU

Dalam hari-hariku ku ditemani sebuah cahaya yang membuatku dapat tersenyum manis dan ada semangat tuk jalani hari ku yang kadang membuatku menangis,cahaya yang selalu memerangiku dalam kegelapan namun saat cahaya itu padam hari-hariku menjadi kelam dan
berkelabu  dan membuatku tak bias berdiri tagap,ku tak ingin kehilangan cahaya itu,cahaya yang slalu ku rindukan,cahaya yang selalu ku inginkan dalam sisiku tuk temani hariku,hanya dengan cahaya itu ku dapat merasakan indahnya pagi hari yang kan membawaku tuk jalani hidup.Kuingin selamanya hari-hariku bersama cahayaku.Ku akan menjaga cahaya itu agar cahayaku tak padam ditelan sang waktu dan padam oleh angin yang menerpanya.Betapa ku ingin hidup bersama cahayaku yang amat ku sayang dan k u cunta.ku mohon jangan kau tinggalkan aku wahai cahayaku ku amat menyayangimu walau kadang jau membuatku sakit dan menangus namun hatiku tak pernah bias menjauh darimu karna sakit itu karna ku terlalu menyayangi mu melebihi diriku sendiri.hanya kau yang ku inginkan dalam hidipku……..KU INGIN SELALU BERSAMA CAHAYAKU 

Thursday, 15 March 2012

Kebahagiaan Rindu

Kebahagiaan Rindu

Meski sejenak menatapmu, aku bahagia dapat sejanak kembali memelukmu,.
Di batas-batas kerinduan dalam hatiku, tak terasa air mata menetes dipipiku ,.
Hati yang telah lama sunyi, dan berkata bahwa sesungguhnya rasa rindu itu masih ada,.
Baru ku mengerti bahwa rasa itu tak mungkin terganti,.

Sekeras apapun kumencoba, sekuat apapun ku tuk melupakannya,.
namun hati ini tlah memilihnya, memilih sebagai kekasih pujaannya,.
Ku kira aku sudah berhenti memikirkan mu di setiap waktu yang lalu,.
Ku kira aku sudah tak ingin mengingatmu disetiap hembusan nafasku,.

Ku kira aku sudah tak akan melihatmu lagi dalam bayangan ku,.
Hingga kemarin aku tau bahwa aku masih merindukanmu,.
Dan hanya dirimu yang aku mau duhai kekasih ku,.

 Puisi Ini ditulis Oleh : EndriAnna

RINDU


RINDU

Jika bintang-bintang sudah tak dapat lagi menemani,.
Biarlah ku nikmati kesendirian ini,.
Jika untaian kata tak dapat lagi mewakili perasaan ini,.
Biarlah kunikmati kehampaan ini,.

Mungkin air mata yang tulus,.
Akan lebih bermakna daripada tawa yang penuh luka,.
Semoga kerinduan ini akan segera berakhir,.
Seiring kudapatkan kerinduan baru yang lebih bermakna,.
Dan dapat membuatku bahagia selamanya,..



Puisi Ini ditulis Oleh : EndriAnna

Khayalan Rindu



Khayalan Rindu

Adakah engkau disana sepertiku,
Memasuki dunia hayalanku yang mengharapkan mu,.
Aku berhayal berduaan dengan mu,
Dimana aku dapat tertawa bersamamu, menggenggam tanganmu,.
Wahai cintaku disana,

Mengapa kau tak merindukan ku,
Kau tak tahu apa yang ada di hatiku,

Kau tak tahu jika aku memandingi wajah indahmu rasanya aku ingin memeluk mu,
Adakah engkau disana sepertiku,
Yang tak sadarkan diri akan rindu didalam hati,

Yang tak mampu mengucapkan dalam nya rasa rindu,
Saat berhadapan dengan mu aku sanagt ingin mendekap tubuhmu,
Aku yang terkurung di ruang cinta dan kerinduan ku akan dirimu,
Tak dapat berucap padamu, bahkan walau telah menyentuhmu,
Setiap menatap matamu terasa menusuk ke jantung hati ku,
Engkau cintaku, cinta sejatiku,
Engkau rinduku, rindu yang tak pernah terungkapkan,


 Puisi Ini ditulis Oleh : EndriAnna


Dalam Penantian Rindu



Dalam Penantian Rindu

Teringat ucapan mu padaku,.
Tunggulah aku bersama cintaku dan kesetiaanku,.
Dan ku katakan padamu,.
Bahwa aku akan menunggumu,.

Suaramu di seberang sana,.
Mengobati rasa sakit karena rindu,.
Rasa curiga yang berkecamuk di dada,.
Namun hanya sekejap saja,.
Aku memang menunggumu,.
Selalu menunggumu,.


Mempertahankan rindu ku,.
Mengagungkan cinta ku,.
Aku ingin kaupun begitu,.
Tetap merindui ku,.
Mengingat setiap waktu yang telah kita lalui,.
Dan akan kembali kepadaku lagi,.


Puisi Ini ditulis Oleh : EndriAnna

Wednesday, 14 March 2012

NEGERIKU TELAH USANG


NEGERIKU TELAH USANG

Ku arahkan pandanganku ditengah tanah yang gersang 
Tiada guratan tinta warna hijau di tanah itu
Tanah yang retak, kering, dan gersang
Sungai yang indah berubah menjadi tempat pembuanagan sampah
Sungguh pemandangan yang memprihatinkan
OH TUHAN…….
Siapakah yang harus di salahkan
Aku, dia, atau mereka
Di tanahku berdiri bangunan-bangunan mewah nan megah
Pabrik-pabrik berdiri di mana-mana, asap yang keluar bagaikan nafas yang berhembus tiada henti
Laut yang indah telah tiada lagi
OH TUHAN……...
Maafkan kami
Jangan biarkan bumiku marah pada kami
Semua ini ulah kami
Bumiku yang indah berubah menjadi bumi yang telah usang dan tua
OH TUHAN AMPUNI KAMI


Puisi Ini ditulis Oleh : EndriAnna

IBU



IBU

Sentuhan mu begitu lembut selembut hatimu,.
Tatapan mu begitu hangat sehangat kasihmu,.
Senyuman mu yang begitu menggebu sungguh menyenangkan hatiku,.
Menatap wajah mu yang halus semula aku membanggakan mu.
Menatap langkahmu yang begitu anggun aku mengagumi mu.

Oh IBU..
Tiada kata seindah kata ibu.
Tiada hati yang tulus setulus hati ibu.
Dulu tangisku di malam itu membangunkan mu dari tidur lelap mu.
Mimpi mu yang indah lenyap sudah disaat enggkau mendengar ratapan tangis anak mu..

Duhai ibu..
Kini usia telah merubah mu, merubah mu menjadi sesosok yang tak indah seperti dulu.
Usia telah melenyapkan langkah indah mu nan anggun hingga kau tak dapat berlari seperti dulu.
Wahai Ibu..
Dengarlah aku, aku slalu menyayangimu ibu, aku slalu merindukan mu walau rasa rinduku tak seberat rasa rindumu padaku..

Maafkan aku ibu, maafkan aku tak dapat membalas budi mu, kasihmu yang kau berikan padaku kan slalu ku simpan dalam hati, nama mu kan salalu ada di dalam hatiku ibu, pelukan hangatmu kan selalu terasa dalam setiap waktu disaat aku mengingatmu,.

 Puisi Ini ditulis Oleh : EndriAnna


Tuesday, 13 March 2012

Balutan Rindu

Balutan Rindu

seandainya kau tau rasa cintaku yang betitu besar padamu  tak mungkin kau siakan aku
dirimu kan selalu tersimpan di hatiku,
bayang wajahmu slalu menghantuiku disetiap waktu ku yang berlalu,
ini tentang cerita cinta kita berdua, cerita kita yang kita ukir dalam masa usia,
cerita yang  akan selalu abadi untuk selamanya,

cerita cinta yang tak kan pernah berakhir,
cerita cinta yang tiada ujung, ku kan korbankan apapun tu,k selalu hidup bersamamu,
aku tak rela, ku tak ingin kau lepaskan semua ikatan tali cinta yang kita jalin selama ini,
aku tak ingin kehilangan mu,
aku tak ingin jauh darimu,
aku sagat mencintaimu,

setiap waktuku setiap detikku aku ingin menyapaikan aku sayang kamu untuk selamanya,
bahkan saat aku memandangmu pandangan itu serasa tak ingin ku hentikan namun apa daya raga ini memaksaku tuk sejenak melepas pandangan itu,
sungguh pandangan yang tak kan pernah jenuh kurasa,
dalam benak ku terbesit sepatah kata untuk mu yang tak mampu ku ungkapkan padamu jangan pernah kau tinggalkan aku duhai kekasihku mengertilah aku bahwa sesungguhnya aku membutuhkan mu tuk menjadi pelita  kegelapan dalam hidupku.

Puisi Ini ditulis Oleh : EndriAnna